RSS

Teori Organisasi Umum | Tugas 3

02 Jan

PENGERTIAN KOMUNIKASI

komunikasi adalah sebuah seni penyampaian informasi (ide, pesan, pendapat, atau gagasan) dari satu individu kepada individu lainya.  komunikasi dapat di lakukan dengan menggunakan banyak cara seperti secara lisan, tulisan, bahasa tubuh, bahkan berupa sandi – sandi yang hanya dapat di mengerti oleh orang – tertentu saja. pada intinya komunikasi di lakukan untuk menyampaikan sebuah informasi kepada pihak yang penerima informasi sehingga memahami informasi yang di sampaikanya.

5 Analisis unsur menurut Lasswell (1960):

1. Who? (siapa/sumber).
Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.

2. Says What? (pesan).
Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.

3. In Which Channel? (saluran/media).
Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak langsung(melalui media cetak/elektronik dll).

4. To Whom? (untuk siapa/penerima).
Orang/kelompok/organisasi/suatu negara yang menerima pesan dari sumber.Disebut tujuan(destination)/pendengar(listener)/khalayak(audience)/komunikan/penafsir/penyandi balik(decoder).

5. With What Effect? (dampak/efek).
Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll.

Kesimpulan: Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.Yang memenuhi 5 unsur who, says what, in which channel, to whom, with what effect.

( sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi )

Proses Komunikasi

Contoh model komunikasi yang sederhana digambarkan seperti  ini :

Pengirim —> Berita —> Penerima

Jika salah satu elemen komunikasi tidak ada maka komunikasi tidak akan berjalan denga baik. Ada beberapa komponen-komponen dalam komunikasi antara lain :

1. Pengirim( Sender = Sumber )
seseorang yang mempunyai kebutuhan atau informasi serta mempunyai kepentinga mengkomunikasikan kepada orang lain.

2. Pesan (Massage),
pesan adalah sebuah informasi atau berita yang ingin di sampaikan dari pengirim ke penerima.  pesan dapat dalam segala bentuk dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima, biasanya pesan di buat dalam bahasa dan text yang di mengerti oleh orang lain.

3. Saluran (Chanel)
media atau cara untuk mentrasmisikan atau mengirimkan pesan, misal kertas untuk surat, udara, gerakan,  simbol,  untuk kata-kata yang akan di sampaikan.

5. Penerima (Recaiver)
orang yang menafsirkan isi pesan dari pengirim informasi, jika informasi tidak disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi.

7. Umpan balik (Feedback)
reaksi dari penerima pesan terhada pesan yang telah di sampaikan oleh pengirim.

Komunikasi Informal
Setelah kita mengetahui apaitu komunikasi kita akan membahas apa itu komunikasi informal. komunikasi Informal adalah komunikasi yang biasanya timbul melalui rantai kerumunan pennyampai informasi (publik informasi) sehingga penerima informasi mengerti akan informasi yang di sampaikan lalu di teruskan lagi informasi tersebut kepada orang lain. Komunikasi informal sering juga di sebut sebagai penyampaian informasi secara tidak resmi.

Komunikasi Formal
Berbeda dengan komunikasi informal, komuni formal adalah proses komunikasi yang bersifat resmi yang biasanya di lakukan dalam sebuah lembaga atau instansi formal tertentu melalui garis kepemerintahan yang sifatnya tersusun atau bahakan di bukukan (di catat atau di agendakan).

Jaringan komunikasi
Jaringan komunikasi adalah sebuah matarantai komunikasi baik yang terarah maupun tidak terarah atau secara acak. Contoh sederhana jaringan komunikasi satu arah adalah Pengirim -> informasi -> Penerima. Darisini kita bisa melihat adanya komunikasi satu arah antara pengirim dan penerima komunikasi. Masih banyak lagi jaringan-jaringan komunikasi yang ada, seperti melingkar, yaitu komunikasi  antara pengirim menuju penerima, di teruskan lagi menuju penerima selanjutnya hingga di terima lagi oleh pengirim kembali. Adalagi komunikasi banyak arah yaitu komuniksi yang penerima informasi menerima lebih dari satu pengirim informasi, sehingga penerima mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Keakuratan informasi sendiri bisa kita daptkan dari : langsung dari sumbernya, orang yang terpercaya, banyaknya orang yang membicarakan informasi tersebut, informasi yang sudah di klarifikasi ke aslian informasinya nya, dan masih banyak lagi cara untuk mengukur ke akuratan sebuah informasi.

Tipe Pengawasan
Dalam pengawasan terdapat beberapa tipe pengawasan seperti yang diungkapkan Winardi (2000, hal. 589). Fungsi pengawasan dapat dibagi dalam tiga macam tipe, atas dasar fokus aktivitas pengawasan, antara lain:

a. Pengawasan Pendahuluan (preliminary contro)
Prosedur-prosedur pengawasan pendahuluan mencakup semua upaya manajerial guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.

Dipandang dari sudut prespektif demikian, maka kebijaksanaan­kebijaksanaan merupakan pedoman-pedoman untuk tindakan masa mendatang. Tetapi, walaupun demikian penting untuk membedakan tindakan menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan dan tindakan mengimplementasikannya.

Merumuskan kebijakan-kebijakan termasuk dalam fungsi perencanaan sedangkan tndakan mengimplementasi kebijaksanaan merupakan bagian dari fungsi pengawasan. Pengawasan pendahuluan meliputi:

·         Pengawasan pendahuluan sumber daya manusia.
·         Pengawasan pendahuluan bahan-bahan.
·         Pengawasan pendahuluan modal
·         Pengawasan pendahuluan sumber-sumber daya finansial

b. Pengawasan Pada Waktu Kerja Berlangsung (concurrent control)
Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka. Direction berhubungan dengan tindakan-tindakan para manajer sewaktu mereka berupaya untuk:

·         Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode­-metode serta prosedur-prsedur yang tepat.Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Proses memberikan pengarahan bukan saja meliputi cara dengan apa petunjuk-petunjuk dikomunikasikan tetapi ia meliputi juga sikap orang-orang yang memberikan penyerahan.
·
c. Pengawasan Feed Back (feed back control)
Sifat kas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik) adalah bahwa dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai landasan untuk mengoreksi tindakan-tindakan masa mendatang.

Adapun sejumlah metode pengawasan feed back yang banyak dilakukan oleh dunia bisnis yaitu:

·         Analysis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
·         Analisis Biaya Standar (Standard Cost Analysis).
·         Pengawasan Kualitas (Quality Control)
·         Evaluasi Hasil Pekerjaan Pekerja (Employee Performance Evaluation)

( Sumber : http://tips-belajar-internet.blogspot.com/2009/08/tipe-tipe-pengawasan.html )

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI
(CHANGE AND ORGANIZATION DEVELOPMENT )

Seorang managemen yang baik harus bisa senantiasa mengatisipasi pekembangan atau perubahan – perubahan dalam lingkukan yang akan mensyaratkan atau mengkondisikan setiap tindakan, penyesuaian – penyesuaian di disain organisasi di waktu yang akan daang sehingga perubahan – perubahan dalam lingkungan organisasi dapat di antisipasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Cara Penanganan Perubahan
Cara menangani perubahan organisasi memerlukan pendekatan, peneletian dan kecermatan dalam melihat sebuah perubahan apakah menuju ke arah yang lebih baik atau lebih buruk . Cara pertama adalah konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan yang direncanakan ( Planed Cange )

Pada cara pertama biayanya murah dan sederhana serta ditangani secara cepat, di mana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi. Misalnya bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran mungkin manajer membeli alat-alat kebakaran.

Pendekatan yang kedua atau juga disebut proses produktif, thomas dan Bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai perencanaan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan atau sebagaian besar satuan organisasi menyiapkan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan.

Tidak semua perubahan bisa di terima oleh setiap orang ada beberapa faktor penolakan terhadap perubahan :

1. Ketidak pastian tentang akibat dan pengaruh perubahan
2. Ketidak pastian untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang ada
3. Pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan yang diusulkan.

Pengembangan Organisasi

Salah satu teknik pengembangan Organisasi adalah Grid OD yang didasarkan atas kisi-kisi manajerial. R. Blake dan J. Mouton mengidentifikasikan berbagai kombinasi perhatian terhadap produk dan orang. Enam tahap yang perlu diperhatikan dari program Grid OD yaitu :

1. Latihan
2. Pengembangan tim
3. Pengembangan antar kelompok
4. Penetapan tujuan organisasi
5. Pencapaian tujuan
6. Stabilitas.

 
Leave a comment

Posted by on January 2, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: