RSS

Layanan Telematika

15 Nov

Layanan Informatika

Menurut RUU Kovergensi Telematika Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan konektivitas dasar dan bandwidth yang mendukung beragam aplikasi dan memungkinkan komunikasi antar jaringan. Penyelenggaraan Layanan Jaringan Telematika adalah kegiatan penyediaan layanan aplikasi telematika yang terdiri aplikasi pendukung kegiatan bisnis dan aplikasi penyebaran konten dan informasi. Aplikasi adalah layanan dasar dan/atau lalyanan nilai tambah yang ditambahkan pada layanan jaringan.

Layanan Telematika di bidang Layanan Informasi

Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat menolah dan memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait  dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.

Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya.

Komponen

  1. Konselor

Ahli dalam pelayanan konseling adalah penyelenggara layanan informasi. Konselor menguasai sepenuhnya informasi yang menjadi isi layanan, mengenal baik peserta layanan dan kebutuhan akan informasi dan menggunakan cara-cara yang efektif.

   2.  Peserta.

Pesertalayanan informasi dapat berasal dari berbagai kalangan, siswa di sekolah, mahasiswa, anggota organisasi pemuda dan sosial politik, karyawan instansi dan dunia usaha/industri serta anggota-anggota masyarakat lainnya,.Pada dasarnya peserta layanan informasi pertama-tama menyangkut pentingnya isi layanan bagi(calon) peserta bersangkutan. Apabila seseorang tidak memerlukan informasi yang menjadi isi layanan informasi , ia tidak perlu menjadi peserta layanan.

     3. Informasi

Jenis, luas dan keadaan informasi yang menjadi isi layanan informasi sangat bervariasi tergantung pada kebutuhan para peserta layanan. Dalam hal ini identifikasi keperluan akan penguasaan informasi tertentu oleh para (calon) peserta sendiri, konselor maupun pihak menjadi sangat penting.

Layanan Telematika di bidang Layanan Keamanan

Layanan keamanan merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data Layanan ini terdiri enkripsi, penggunaan protocol, penentuan akses control dan auditing. Layangan ini melindungi sebuah informasi maupun data agar tidak mudah diambil atau diakses oleh pihak lain yang tidak berwenang.

Contoh Kasus

Texas Auto Center

Teknologi telematika dalam sistem keamanan ditanamkan pada mobil. Sistem keamanan ini menggunakan password untuk mengakses sistem dealership’s web-based untuk menggerakkan sistemimmobilization terhadap 100 mobil. Sistem ini diinstal oleh Texas Auto Center tujuannya adalah mengaktifkan kepemilikan lebih mudah jika pembeli gagal untuk melakukan pembayaran (melewati batas pembayaran) .

Dengan adanya sistem ini maka pembeli akan yang melewati pembayaran tidak akan bisa mengendarai mobil mereka selama 5 hari, sampai dealer dari ATC me- reset ulang semua usernames dan password pada sistem.

Layanan Telematika dibidang Layanan Context – Aware dan Event Based.

Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami user, network, lingkungan, dan dengan demikian dapat melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan. Karakteristik dari user, network dan lingkungan disebut konteks.

Menurut Albrecht Schmidt tiga hal yang menjadi perhatian pada sistem context-aware.

  1. The Acquisition of Context.

Berkaitan dengan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh koteks lokasi, dengan pengguna sensor lokasi tertentu (misalnya : GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.

2.  The abstraction and understanding of context

Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.

3.  Application behavior based on the recognized context.

Dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan control penuh kepada pengguna sistem.

Bill N.Schilit, Norman Adams dan Roy Want terdapat 4 kategori aplikasi context-awarness

  1. Proximate Selection

Suatu teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Terdapat dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan location.

2.Automatic Contextual Reconfiguration.

Aspek terpenting suatu kasus sistem context-aware adalah bagaimana suatu konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi satu sama lain. Contohnya, pengguna virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisk suatu benda.

  1. Contextual Informations and Commands.

Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh , ketika berada didapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information dan commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan kedalam sebuah direktori tertentu. Setiap file yang berada didalam direktori berisi locations dan contain files, programs dan links.Sebagai contoh : Ketika user berada dikantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan, ketika user beralih lagi kedapur,maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.

4.Context Triggered Actions

Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaan terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang dilakukan.

Contoh Aplikasi sederhana adalah LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

Layanan Telematika dibidang Layanan Perbaikan Sumber.

Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola,  pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga  pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.

Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :

  1. Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangunan.
  2. Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.

SDM Telematika

SDM Lembaga Pendidikan, untuk meningkatkan jumlah SDM yang :

    • Memahami telematika melalui sosialisasi & diklat
    • Mampu menggemakan telematika melalui dikmenti dan pelatihan keterampilan
    • Mampu menggunakan telematika melalui dikti dan pelatihan
    • Mampu mengembangkan telematika melalui dikti dan pasca sarjana

SDM Aparatur negara

    • Penyelenggaraan komunikasi elektronik antar pejabat eselon I, II, III
    • Kecepatan pelayanan
    • Pengambilan keputusan yang cepat dan obyektif
    • Program diklat telematika

SDM Tenaga Kerja

    • Pelatihan calon instruktur dan pengembangan bahan belajar
    • Pelatihan telematika di BLK-BLK
    • Membina lembaga latihan swasta dalam bidang telematika
    • Mendorong lembaga profesi / asosiasi untuk meningkatkan kualitas SDM telematika

Pemberdayaan aparatur negara

Pemanfaatan telematika untuk meningkatkan hasilguna, dayaguna dan produktifitas kerja aparatur negara yang mampu mendukung terciptanya manajemen modern di lingkungan birokrasi pemerintah tingkat pusat dan daerah

Aplikasi :

  • RI-NET (RI Homepage, e-mail tertutup, kantor elektronis)
  • SIMKRI (Sistem Informasi Manajemen Kependudukan Republik Indonesia)
  • APBN-NET (Pengelolaan APBN dan APBD)

Pemerkaya Hidup Masyarakat

  • Serambi depan informasi

Penyediaan akses data, informasi dan hasil analisis melalui warung informasi (multimedia kiosk) yang dikemas secara terpadu dalam bentuk CD ROM bagi titik ujung pengguna (end users)

  • Telemedik

Peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan jarak-jauh meliputi promosi, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, diagnosa, akses data pasien, serta petunjuk perawatan sampai ke RS / Puskesmas rujukan di daerah terpencil

Pencipta daya saing bisnis

Pemanfaatan telematika untuk membangun prasarana dan pranata yang mendukung terlaksananya kegiatan bisnis yang andal dan berkualitas, sehingga tercipta daya saing bisnis yang tangguh dalam menghadapi era globalisasi.

  • E-commerce,Perniagaan secara elektoni
  • EDI (Electronic Data Interchange).
  • Transaksi bisnis secara elektronis,Pusat informasi bisnis
  • Pengelolaan informasi bisnis oleh KADIN pusat dan daerah

Pendukung Hankamneg

Aplikasi Hankamneg mencakup pendayagunaan sistem :

  • Rakyat terlatih (Ratih)
  • Perlindungan masyarakat (Linmas)
  • K3I-ABRI, serta
  • Sistem sumber daya (Sumda) informasi Hankamneg

Pembangunan Informasi Dasar

  • SISTEM INFORMASI PENDUDUK Kependudukan, KB, Keimigrasian, Pemilu, Pertanahan, Perpajakan, dll.
  • SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prasarana dasar (Infra-net), sumber daya alam (Resource-net), Aset Pembangunan (Asset-Net), dan Sentra Ekonomi (Estate-Net)

sumber : https://aushuria.wordpress.com/2014/11/07/layanan-telematika-di-berbagai-bidang/

 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: