RSS

Modus-Modus Kejahatan Dalam Teknologi Informasi

13 Apr

Kebutuhan akan teknologi Jaringan Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak bisa berbuat banyak.

Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.

Pengertian Cybercrime
Kriminalitas dunia maya (cybercrime) atau kriminalitas di internet adalah tindakan pidana criminal yang dilakukan pada teknologi internet (cyberspace), baik yang menyerang fasilitas umum di dalam cyberspace ataupun kepimilikan pribadi.

Karakteristik Cybercrime

  • Ruang Lingkup Kejahatan
    –  Bersifat Global
    Cybercrime seringkali dilakukan secara transnasional, melintasi batas Negara sehingga sulit dipastikan yuridikasi hukum negara yang berlaku terhadap pelaku. Karakteristik internet dimana orang dapat berlalu-lalang tanpa identitas (anonymous) memungkinkan terjadinya berbagai aktivitas jahat yang tak tersentuh hukum.
  • Sifat Kejahatan
    –  Bersifat non-violence
    Tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlibat.
  • Pelaku Kejahatan
    – Bersifat lebih universal
    Kejahatan dilakukan oleh orang-orang yang menguasai penggunaan internet beserta aplikasinya.
  • Modus Kejahatan
    –  Keunikan kejahatan ini adalah penggunaan teknologi informasi dalam modus operandi, sehingga sulit dimengerti oleh orang-orang yang tidak menguasai pengetahuan tentang komputer, teknik pemrograman dan seluk beluk dunia cyber.
  • Jenis Kerugian Yang ditimbulkan
    –  Dapat bersifat material maupun non-material, waktu, nilai, jasa, uang, barang, harga diri, martabat bahkan kerahasian informasi.

Contoh Kasus Kejahatan :

Kasus klik BCA yang terjadi tahun 2001, dengan kasus kejahatan typosquatting, tetapi sangat disayangan pihak yang dirugikan menempuh jalan damai dengan alasan kepercayaan publik terhadap sistem internet banking situs aslinya http://www.klikbca.com, situs palsunya http://www.klickbca.com

Sumber :
http://yedoardo.blogspot.com/2013/04/modus-modus-kejahatan-dalam-teknologi.html
http://rajarayu.blogspot.com/2015/03/modus-modus-kejahatan-di-bidang-it.html

 
Leave a comment

Posted by on April 13, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: